PERTEMUAN 12¶
Prosedur Analitis & Sampling dalam Audit SI¶
- π Slide: Slide
- π Dataset: Data 1:Latihan Descriptive Analysis || Data 2:Contoh Benford's Law
- TUGAS: [TBD]
π― Learning Objectives¶
Setelah mengikuti pertemuan ini, mahasiswa mampu:
- Memahami konsep dan tujuan Prosedur Analitis
- Mengidentifikasi jenis-jenis prosedur analitis
- Memahami konsep Audit Sampling
- Membedakan statistical dan non-statistical sampling
- Menentukan pendekatan sampling yang tepat dalam audit SI
1. Audit Sampling¶
1.1 Audit Inherent Problem (The Trilemma)¶
Auditor tidak mungkin mengaudit semuanya.
Keterbatasan: - Transaksi sangat banyak - Waktu audit terbatas - Tim audit terbatas - Data tidak selalu terstruktur
Konsekuensi: Audit memberikan reasonable assurance, bukan absolute assurance.
Auditor cannot audit everything.
Therefore β Auditor uses sampling.
1.2 Reasonable Assurance¶
Karena tidak mungkin memeriksa seluruh populasi:
- Auditor memilih sebagian transaksi
- Menggunakan teknik statistik atau berbasis risiko
- Menarik kesimpulan atas populasi
Contoh: Daripada memeriksa 1.000.000 transaksi: - Auditor memeriksa 100β200 transaksi terpilih - Jika sampel bersih β populasi kemungkinan wajar - Jika bermasalah β perlu perluasan pengujian
1.3 Traditional vs Data-Driven Sampling¶
A. Traditional Sampling¶
- Random sampling
- Stratified sampling
- Fokus pada representativeness
- Cocok untuk audit laporan keuangan
Kelemahan: - Bisa melewatkan transaksi berisiko tinggi
B. Anomaly-Based Sampling (Data Driven)¶
Pendekatan: 1. Identifikasi pola tidak wajar (anomali) 2. Fokus uji pada transaksi tersebut
Contoh anomali: - Nilai sangat besar - Angka bulat berulang - Vendor baru dengan transaksi signifikan - Lonjakan mendadak - Nilai jauh dari mean/median
Keunggulan: Risk-based & lebih tajam.
1.4 Sampling dalam Tahapan Audit¶
Sampling digunakan pada:
1οΈβ£ Audit Planning¶
Menentukan area fokus audit
2οΈβ£ Test of Design (ToD)¶
Memastikan kontrol didesain dengan baik
3οΈβ£ Test of Effectiveness (ToE)¶
Memastikan kontrol berjalan konsisten
4οΈβ£ Substantive Test¶
Memilih transaksi untuk pengujian bukti
1.5 Data Analytics & Test of Effectiveness¶
Pendekatan modern: - Tidak hanya observasi langsung - Gunakan historical data - Uji seluruh populasi (bukan sampel)
Tujuan ToE: Memastikan kontrol berjalan selama periode audit.
Effectiveness must be proven using historical data.
1.6 Audit Sampling di Excel¶
Fungsi Random¶
=RAND()
=RANDBETWEEN(bottom, top)
Random Tanpa Duplikasi¶
=INDEX($B$2:$B$10;RANDBETWEEN(1;ROWS($B$2:$B$10));1)
Digunakan untuk memilih sampel secara acak.
2. Anomaly Detection¶
2.1 Apa Itu Anomali?¶
Anomali = penyimpangan dari kondisi normal.
Sinonim: - Outliers - Irregularities - Exceptions
Namun:
β Anomali β otomatis temuan
β Anomali = indikasi yang perlu diteliti lebih lanjut
2.2 Ilustrasi Sederhana¶
Contoh 1 β Tinggi Badan:
163, 172, 155, 158, 164, 161, 198, 159
β 198 terlihat sebagai outlier.
Contoh 2 β Usia:
20, 21, 20, 22, 14, 19, 21, 21
β 14 terlihat tidak wajar.
Pertanyaan auditor: - Parameter normalnya apa? - Apakah memang salah? - Apakah ada penjelasan bisnis?
2.3 Konteks TABK¶
Dalam TABK:
Data β Analisis Data β Sampling β Uji Substantif
Artinya: Sampling bukan memilih data yang diuji, tetapi menentukan transaksi mana yang perlu bukti audit lebih lanjut.
3. Analisis Deskriptif untuk Deteksi Anomali¶
3.1 Tujuan Analisis Deskriptif¶
- Mendapatkan insight
- Melihat pola umum
- Identifikasi risiko signifikan
- Deteksi potensi anomali
3.2 Statistik Deskriptif (Excel)¶
Langkah: 1. Enable Analysis ToolPak 2. Data β Data Analysis β Descriptive Statistics 3. Centang: - Summary Statistics - Confidence Level
Output penting: - Mean - Median - Standard Deviation - Skewness - Kurtosis - Range
3.3 Rules of Thumb Outlier¶
Outlier β berada di luar:
Mean Β± 3 Γ Standard Deviation
Catatan: Jika data sangat skewed β metode ini kurang akurat.
4. Visualisasi untuk Anomali¶
4.1 Histogram¶
Menunjukkan distribusi data.
Distribusi Normal: - 68% dalam Β±1Ο - 95% dalam Β±2Ο - 99.7% dalam Β±3Ο
Skewness¶
- Positive skew β ekor kanan panjang
- Negative skew β ekor kiri panjang
Kurtosis¶
- Tinggi β data terkonsentrasi (leptokurtic)
- Rendah β lebih datar (platykurtic)
4.2 Scatterplot¶
Menunjukkan hubungan 2 variabel.
Outliers terlihat sebagai titik jauh dari cluster utama.
4.3 Boxplot¶
Menampilkan: - Median - Q1 & Q3 - IQR - Outliers (titik di luar whisker)
5. Benfordβs Law¶
5.1 Konsep¶
Digit pertama tidak muncul secara merata.
Rumus:
P(d) = log10(1 + 1/d)
Distribusi digit pertama: 1 β ~30% 2 β ~17% ... 9 β ~4%
5.2 Cocok Digunakan Jika:¶
- Data hasil perhitungan matematis
- Level transaksi
- Data besar
- Skewness positif
- Mean > Median
Contoh: - Penjualan - Piutang - Beban - Disbursement
5.3 Kurang Cocok Jika:¶
- Nomor urut (cek, invoice)
- Harga psikologis (99.900)
- Batas minimum/maksimum
- Tidak ada transaksi tercatat
5.4 Ketidaksesuaian Benford Bisa Mengindikasikan:¶
- Data tidak lengkap
- Sampel tidak representatif
- Pembulatan berlebihan
- Kesalahan data
- Fraud potential
6. Mindset Auditor¶
Sebelum: - Data = fakta - Output sistem = benar
Sesudah: - Data = klaim - Output sistem = harus divalidasi - Anomali = indikasi, bukan kesimpulan
Kesimpulan¶
Sampling β Efisiensi audit
Anomali β Fokus risiko
Data analytics β Audit lebih kuat
Auditor modern = Data-driven risk analyst