PERTEMUAN 13–14: Substantive Test, Assertion, Revenue & Expenditure Cycle¶
- 📑 Slide: Substantive Test, Assertion, Revenue & Expenditure Cycle
- 📊 Dataset: LATIHAN | Contoh Jawaban
- TUGAS: Selesaikan latihan pada kasus di dataset, dikumpulkan di google form.
- Suplemental Material : Materi Tambahan opsional
Summary Materi¶
Pada pertemuan ini kita membahas:
- Konsep management assertion
- Hubungan antara assertion, pertanyaan audit, prosedur audit, dan bukti audit
- Pengujian pada revenue cycle (siklus pendapatan)
- Pengujian pada expenditure cycle (siklus pengeluaran)
- Penggunaan Teknik Audit Berbantuan Komputer (TABK) untuk pengujian substantif
Tujuan utama pertemuan ini adalah memahami bagaimana auditor menguji kewajaran transaksi menggunakan pendekatan berbasis assertion.
1. Recap Pertemuan Sebelumnya¶
Pada pertemuan sebelumnya kita telah membahas:
- Audit Sampling
- Anomaly Detection
- Benford Law
Hal penting yang perlu diingat:
Anomali tidak selalu berarti fraud, tetapi merupakan transaksi yang perlu dianalisis lebih lanjut.
Contoh: - Nilai transaksi terlalu besar - Pola angka tidak wajar - Transaksi terjadi di waktu tidak normal
Setelah menemukan anomali, auditor biasanya melakukan substantive testing untuk memastikan kewajaran transaksi.
2. Konsep Management Assertion¶
2.1 Definisi Assertion¶
Assertion adalah pernyataan manajemen yang melekat dalam laporan keuangan.
Contoh assertion:
- Transaksi benar terjadi
- Semua transaksi sudah dicatat
- Nilai transaksi benar
- Transaksi dicatat pada periode yang tepat
Audit bertujuan untuk menguji keandalan assertion tersebut.
2.2 Kerangka Berpikir Auditor¶
Kerangka berpikir audit yang wajib:
Assertion → Audit Question → Audit Procedure → Audit Evidence
Contoh sederhana:
- Assertion: "Penjualan yang dicatat benar-benar terjadi"
- Audit Question: Apakah transaksi penjualan ini benar-benar terjadi?
- Audit Procedure: Vouching ke invoice dan delivery order
- Audit Evidence: Invoice, delivery order, bukti penerimaan barang
2.3 Jenis Assertion yang Umum¶
Beberapa assertion yang umum digunakan dalam audit:
Occurrence / Existence¶
Memastikan transaksi atau aset benar-benar ada.
Contoh: - Apakah transaksi penjualan benar terjadi? - Apakah aset benar-benar dimiliki perusahaan?
Completeness¶
Memastikan semua transaksi sudah dicatat.
Contoh: - Apakah ada transaksi yang belum dicatat?
Accuracy¶
Memastikan nilai transaksi benar.
Contoh: - Apakah jumlah pada invoice sesuai dengan pencatatan?
Cutoff¶
Memastikan transaksi dicatat pada periode yang tepat.
Contoh: - Apakah transaksi akhir tahun dicatat pada periode yang benar?
Classification¶
Memastikan transaksi dicatat pada akun yang benar.
Contoh: - Apakah pembelian dicatat sebagai biaya atau aset?
Authorization¶
Memastikan transaksi telah disetujui pihak berwenang.
3. Substantive Test¶
3.1 Definisi¶
Substantive test adalah prosedur audit untuk mendeteksi salah saji material pada transaksi atau saldo akun.
Pengujian ini bertujuan untuk memastikan bahwa informasi dalam laporan keuangan adalah wajar dan dapat dipercaya.
3.2 Jenis Pengujian Substantif¶
Beberapa teknik pengujian substantif:
- Vouching
- Tracing
- Recalculation
- Confirmation
- Analytical procedures
- Data analysis menggunakan TABK
4. Revenue Cycle (Siklus Pendapatan)¶
4.1 Proses Revenue Cycle¶
Siklus pendapatan biasanya melibatkan proses berikut:
Customer Order
↓
Delivery / Service
↓
Billing / Invoice
↓
Cash Receipt
Dokumen yang biasanya muncul:
- Sales order
- Delivery order
- Invoice
- Bukti pembayaran
- Bank statement
4.2 Risiko pada Revenue Cycle¶
Revenue adalah area yang sering menjadi target fraud karena:
- Target penjualan
- Tekanan manajemen
- Bonus berbasis penjualan
Contoh fraud:
- Penjualan fiktif
- Pengakuan pendapatan terlalu dini
- Manipulasi periode pencatatan
- Overstatement pendapatan
4.3 Assertion pada Revenue Cycle¶
Beberapa assertion yang diuji auditor:
| Assertion | Tujuan |
|---|---|
| Occurrence | Penjualan benar-benar terjadi |
| Completeness | Semua penjualan sudah dicatat |
| Accuracy | Nilai penjualan benar |
| Cutoff | Dicatat pada periode yang benar |
| Classification | Dicatat pada akun yang tepat |
| Authorization | Disetujui oleh pihak berwenang |
5. Expenditure Cycle (Siklus Pengeluaran)¶
5.1 Proses Expenditure Cycle¶
Siklus pengeluaran biasanya melibatkan proses:
Purchase Request
↓
Purchase Order
↓
Receiving Goods
↓
Invoice
↓
Payment
Dokumen yang sering muncul:
- Purchase request
- Purchase order
- Receiving report
- Supplier invoice
- Payment voucher
5.2 Assertion pada Siklus Pembelian¶
Auditor biasanya menguji:
| Assertion | Tujuan |
|---|---|
| Existence | Pembelian benar terjadi |
| Completeness | Semua pembelian dicatat |
| Accuracy | Nilai pembelian benar |
| Cutoff | Dicatat pada periode yang tepat |
| Classification | Dicatat pada akun yang benar |
| Authorization | Disetujui pihak berwenang |
6. Penggunaan TABK dalam Pengujian Substantif¶
Teknik Audit Berbantuan Komputer digunakan untuk:
- Analisis transaksi dalam jumlah besar
- Mendeteksi anomali
- Menguji pola transaksi
Contoh penggunaan TABK:
- Mendeteksi duplicate invoice
- Mencari transaksi di luar jam kerja
- Mengidentifikasi transaksi bernilai sangat besar
- Analisis distribusi angka menggunakan Benford Law
Tools yang sering digunakan:
- Excel
- ACL
- IDEA
- Python
- SQL
7. Pendekatan Auditor: Think Like a Fraudster¶
Auditor sering menggunakan pendekatan:
"Berpikir seperti pelaku fraud"
Pertanyaan yang diajukan auditor:
- Jika saya ingin memanipulasi sistem, di mana titik lemahnya?
- Dokumen apa yang bisa dipalsukan?
- Kontrol apa yang bisa dilewati?
Contoh Fraud pada Siklus Pembelian¶
Pembelian Fiktif¶
Mencatat pembelian yang sebenarnya tidak terjadi.
Pembelian Berlebihan¶
Pembelian barang yang tidak diperlukan.
Kickback¶
Supplier memberikan komisi ilegal kepada pegawai.
Pembelian Barang Pribadi¶
Barang pribadi dibebankan sebagai biaya perusahaan.
Double Billing¶
Supplier menagih dua kali untuk transaksi yang sama.
Skimming¶
Pengurangan kas sebelum dicatat.
Pemalsuan Dokumen¶
Invoice atau dokumen pembelian dipalsukan.
8. Kesimpulan¶
Beberapa poin penting dari pertemuan ini:
- Assertion adalah dasar dalam merancang prosedur audit
- Auditor harus menghubungkan:
Assertion → Audit Question → Audit Procedure → Evidence
- Revenue dan expenditure cycle adalah area penting dalam audit
- Fraud sering terjadi pada kedua siklus tersebut
- TABK membantu auditor melakukan analisis data dalam jumlah besar
Apabila ada pertanyaan terkait materi, silakan sampaikan melalui forum diskusi pada LMS.
Untuk pertanyaan teknis, dapat juga menghubungi saya melalui WhatsApp atau email. Namun diskusi di LMS sangat dianjurkan agar semua mahasiswa dapat melihat dan belajar dari pertanyaan yang muncul.