Skip to content

PERTEMUAN 11: Parallel Simulation


Summary Materi

Pertemuan ini membahas teknik Parallel Simulation sebagai bagian dari Teknik Audit Berbantuan Komputer (TABK) untuk menguji keakuratan laporan yang dihasilkan oleh sistem informasi.


1. Review Singkat Minggu Sebelumnya

Dalam lingkungan TI, terdapat dua jenis pengendalian utama:

1.1 IT General Controls (ITGC)

Pengendalian umum yang mencakup: - Sistem - Infrastruktur - Proses - Data - Lingkungan TI organisasi

1.2 IT Application Controls

Pengendalian yang tertanam dalam aplikasi untuk memastikan: - Keakuratan (accuracy) - Otorisasi (authorization) - Integritas data (integrity)

Proses audit dimulai dengan: - Memahami proses bisnis - Melakukan walkthrough aplikasi - Menyusun Risk Control Matrix (RCM) - Menyusun Audit Program


2. Parallel Simulation

2.1 Pengertian

Parallel Simulation adalah teknik audit di mana auditor: - Mengambil data mentah (raw data) - Menghitung ulang secara independen - Membandingkan hasilnya dengan laporan yang dihasilkan sistem

Tujuan utamanya adalah: - Memverifikasi keakuratan perhitungan sistem - Mengidentifikasi perbedaan (discrepancies) - Menentukan akar penyebab (root cause)


2.2 Karakteristik Parallel Simulation

  • Auditor menggunakan data yang sama dengan sistem
  • Perhitungan dilakukan secara independen
  • Menggunakan tools seperti Excel (SUMIF, COUNTIF, Pivot Table)
  • Hasil auditor dibandingkan dengan hasil sistem
  • Fokus pada keandalan aplikasi

3. Parallel Simulation – Sales Report

3.1 Tujuan

  • Memverifikasi keakuratan perhitungan laporan penjualan
  • Mengidentifikasi akar penyebab perbedaan

3.2 Langkah Pengujian

Test 1 – Rekapitulasi Penjualan per Pelanggan

Dari raw data: - Gunakan SUMIF atau Pivot Table - Hitung total penjualan per pelanggan - Bandingkan dengan: Laporan Rekapitulasi Penjualan Per Pelanggan

Identifikasi pelanggan dengan angka yang berbeda.


Test 2 – Frekuensi Penjualan per Pramuniaga

Dari raw data: - Gunakan COUNTIF atau Pivot Table - Hitung jumlah transaksi per pramuniaga per produk - Bandingkan dengan: Laporan Frekuensi Penjualan Per Pramuniaga

Identifikasi kombinasi pramuniaga-produk dengan perbedaan.


3.3 Root Cause Analysis

Jika ditemukan perbedaan, analisis kemungkinan penyebab:

  • Transaksi tidak tercatat
  • Kesalahan kode pelanggan atau pramuniaga
  • Perbedaan pembulatan (rounding)
  • Cut-off error
  • Kesalahan konfigurasi sistem

3.4 Dokumentasi Kertas Kerja

Working paper harus memuat:

  1. Perhitungan simulasi auditor
  2. Tabel perbandingan (Auditor vs System)
  3. Analisis temuan
  4. Rekomendasi perbaikan

4. Parallel Simulation – Purchasing

4.1 Tujuan

  • Memastikan konsistensi kuantitas
  • Menguji keakuratan harga
  • Mengidentifikasi:
  • Duplicate invoice
  • Fictitious invoice
  • Menilai efektivitas pengendalian

4.2 Pendekatan Pengujian

Lakukan rekonsiliasi antara:

  • Purchase Order (PO)
  • Goods Receipt (GR)
  • Invoice

Tujuannya untuk memastikan: - Kuantitas sesuai - Harga sesuai kontrak - Tidak ada transaksi fiktif - Tidak ada duplikasi pembayaran


5. Konteks Audit

Dalam audit PT ABC atau PT NONAME:

Auditor diminta untuk:

  1. Mengimpor dan memvalidasi data
  2. Melakukan koreksi jika diperlukan
  3. Melakukan parallel simulation
  4. Menganalisis hasil
  5. Menyusun laporan audit

Data yang digunakan: - Trial Balance - Sales Report - Purchasing Report - Sales Data - Purchasing Data - General Ledger


6. Peran Parallel Simulation dalam Audit

Parallel simulation digunakan untuk:

  • Menguji keandalan aplikasi
  • Menguji akurasi laporan keuangan
  • Mengidentifikasi kelemahan pengendalian aplikasi
  • Mengurangi risiko salah saji
  • Mengidentifikasi potensi fraud

Teknik ini merupakan bentuk pengujian substantif berbasis data analytics yang dilakukan secara independen oleh auditor.


7. Kesimpulan

Parallel Simulation adalah teknik audit berbasis data yang:

  • Menguji keakuratan sistem
  • Dilakukan secara independen
  • Membandingkan hasil auditor dengan sistem
  • Membantu mengidentifikasi kelemahan pengendalian
  • Mendukung kesimpulan audit yang lebih andal