Skip to content

PERTEMUAN 10: Risiko & Pengendalian Aplikasi


Materi

1. Foundation of IT Controls

1.1 Mengapa Sistem Membutuhkan Pengendalian?

  • Weak control → unreliable data → unreliable audit conclusion.
  • Kesalahan pada:
  • Input → transaksi salah
  • Proses → perhitungan salah
  • Output → pelaporan salah

Auditor tidak hanya menganalisis data, tetapi memastikan data dapat dipercaya.

Accountant uses data.
Auditor validates data.


1.2 Tidak Ada Sistem yang Sempurna

Dalam praktik audit sering ditemukan: - Kontrol ada tetapi tidak berjalan - Kontrol dibypass - Kontrol tidak didesain dengan baik

Dampak: - Salah saji laporan keuangan - Keputusan manajemen yang keliru - Fraud tidak terdeteksi


1.3 Konsep IT Controls

A. IT General Control (ITGC)

Kontrol yang berlaku untuk seluruh lingkungan TI.

Jika ITGC lemah, maka Application Control tidak dapat dipercaya.

Contoh ITGC: - Access control (logical access, segregation of duties, privileged access) - Change management - IT operations (job scheduling, monitoring) - Backup & recovery

Karakteristik: - Level: Entity level - Dampak: Tidak langsung ke output - Fokus: IT Officer


B. Application Control (AppCon)

Kontrol spesifik dalam aplikasi untuk menjamin: - Accuracy - Completeness - Authorization - Integrity

Contoh: - Input validation - Approval workflow - Processing checks - Output restriction

Karakteristik: - Level: Transaction level - Dampak: Langsung ke output - Fokus: User


  • ITGC = Fondasi rumah
  • AppCon = Pintu dan kunci

Jika fondasi lemah, kunci yang kuat tidak berarti.


2. Bentuk Pengendalian Aplikasi

2.1 Berdasarkan Tahapan Proses

1. Input Controls

Memastikan data: - Authorized - Accurate - Complete

2. Processing Controls

Mencegah dan mendeteksi error saat pemrosesan.

3. Output Controls

Memastikan: - Informasi akurat - Didistribusikan ke pihak berwenang - Tepat waktu


2.2 Berdasarkan Interaksi Manusia

Jenis Deskripsi
Manual Dilakukan manusia
Semi-Manual Kombinasi user & sistem
Automated Diprogram & embedded dalam sistem

3. Contoh Pengendalian Input

3.1 Field Interrogation

  • Check Digit
  • Missing Data Check
  • Numeric-Alphabet Check
  • Limit Check
  • Range Check
  • Validity Check

3.2 Record Interrogation

  • Reasonableness Check
  • Sign Check
  • Sequence Check

3.3 File Interrogation

  • Internal & External Label Check
  • Version Check

4. Dampak Kelemahan Kontrol ke Laporan Keuangan

Rantai dampak:

Control weakness
→ Error / manipulation
→ Transaksi salah dicatat
→ Laporan keuangan terdampak

Auditor harus menjelaskan: “So what?”


5. Risiko pada Siklus Bisnis

5.1 Sales, Receivables, Cash Receipt

Risiko: - Revenue manipulation - Cash misappropriation

Kontrol: - Credit limit validation - Sequential invoice number - Matching DO dengan invoice - Cash reconciliation


5.2 Purchasing & Payables

Risiko: - Fake vendor - Duplicate payment - Unauthorized purchase

Red flag: - Vendor baru + pembayaran besar + approval oleh orang yang sama


5.3 Inventory

Risiko: - Selisih kuantitas - Manipulasi biaya - Stock adjustment tanpa otorisasi


5.4 Reporting

Risiko: - Manual journal override - Manipulasi parameter report - Editing manual di Excel setelah export


5.5 Import–Export Data

Risiko: - Data tidak lengkap - Duplikasi - Interface tidak tervalidasi


6. Audit AppCon dan ITGC

6.1 Tujuan Audit

Menilai: - Design adequacy - Effectiveness of control


6.2 Tahapan Audit

  1. Process understanding
  2. Application walkthrough
  3. Risk Control Matrix (RCM)
  4. Test of Design (ToD)
  5. Test of Effectiveness (ToE)
  6. Conclusion

6.3 Test of Design

Tujuan: Memastikan kontrol sudah didesain untuk mitigasi risiko.

Metode: - Simulation - Negative test

Contoh: Sistem menolak pembuatan transaksi yang melanggar aturan.


6.4 Test of Effectiveness

Tujuan: Memastikan kontrol berjalan konsisten.

Metode: - Historical data analysis - CAATs (test script)


6.5 Pengujian ITGC

Cakupan: - Database server - Application server - Configuration - Web application security

Metode: - Configuration analysis - Penetration testing script


7. Contoh Pengujian Pengendalian Aplikasi (Excel)

Contoh Pengujian Pengendalian Aplikasi (Excel)

No Jenis Pengendalian Tujuan Pengujian Contoh Kasus Cara Uji di Excel Contoh Formula
1 Check Digit Memastikan nomor identifikasi valid Validasi ISBN-13 Hitung ulang check digit dan bandingkan =LEFT(), =MID(), =RIGHT(), =IF()
2 Missing Data Check Memastikan tidak ada data kosong Nomor invoice tidak boleh kosong Hitung jumlah sel kosong =COUNTBLANK(range)
3 Numeric-Alphabet Check Memastikan format data sesuai Kolom jumlah harus numerik Uji apakah sel bertipe angka =ISNUMBER(cell)
4 Limit Check Memastikan nilai tidak melebihi batas Transaksi maksimal Rp20.000.000 Bandingkan dengan batas maksimum =IF(A2>20000000,"Over Limit","OK")
5 Range Check Memastikan nilai dalam rentang tertentu Usia 17–21 tahun Uji dengan AND =IF(AND(A2>=17,A2<=21),"Valid","Invalid")
6 Validity Check Memastikan data sesuai referensi Kode akun sesuai COA Cocokkan dengan tabel referensi =IF(ISNUMBER(MATCH(A2,Ref!A:A,0)),"Valid","Invalid")
7 Reasonableness Check Menguji kewajaran logika data Tanggal kirim ≥ tanggal pesan Bandingkan dua tanggal =IF(B2>=A2,"Valid","Invalid")
8 Sign Check Memastikan nilai sesuai tanda Nilai transaksi tidak boleh minus Uji apakah negatif =IF(A2<0,"Invalid","OK")
9 Sequence Check Memastikan nomor berurutan Nomor invoice harus urut Bandingkan selisih nomor =IF(A3-A2=1,"OK","Gap")
10 Pengujian Akurasi Menghitung ulang perhitungan Hitung ulang pajak/diskon Rekalkulasi dan bandingkan =IF(C2=D2*0.11,"OK","Error")
11 Konsistensi Data Memastikan konsistensi kategori Gender hanya "Pria/Wanita" Gunakan filter atau IF =IF(OR(A2="Pria",A2="Wanita"),"OK","Tidak Konsisten")
12 Duplikasi Data Mendeteksi data ganda Nomor invoice tidak boleh duplikat Hitung kemunculan data =IF(COUNTIF(A:A,A2)>1,"Duplicate","OK")
13 Keseragaman Data Memastikan satuan seragam Semua nilai dalam Rupiah Cek format atau simbol Pemeriksaan format / validasi data

8. Mindset Setelah Pertemuan Ini

Sebelum: - Output sistem = fakta - Data = bukti

Sesudah: - Output sistem = klaim - Data harus divalidasi - Auditor fokus pada proses, bukan hanya hasil